Ilmu Pengetahuan Sosial dan Alam

Friday, October 9, 2015

Jenis Manusia Purba Yang Ada Di Indonesia

Manusia purba pada masa lalu telah hidup di beberapa daerah di pulau jawa terutama di lembah Bengawan Solo (Jawa Tengah) dan di lembah sungai Brantas (Jawa Timur) dengan bukti-bukti telah ditemukanya beberapa jenis peninggalan berupa tulang paha, tulang lengan, dan tengkorak yang yang sudah membatu atau menjadi fosil. 

Dengan demikian, di Lemah Sungai Bengawan Sol dan di lembah Sungai Brantas pada zaman dahulu merupakan sebagai lingkungan atau tempat para manusia jaman dahulu atau manusia purba. Berdasarkan analisa para ahli purbakala (arkeologi) telah di identifikasi bahwa di Indonesia terdapat beberapa jenis manusia purba yang menjadi nenek moyang  bangsa indonesia. Beberapa manusia purba di indonesia dapat di bedakan menjadi Meganthropus paleojavanicus, Pithecantropus erectus, Pithecantropus mojokertensis, dan jenis homo (manusia purba moderen).
Jenis Manusia Purba Yang Ada Di Indonesia
Jenis Manusia Purba Yang Ada Di Indonesia
Adapun penjabaran tentang jenis-jenis manusia purba yaitu ;

1. Meganthropus paleojavanicus
Fosil Meganthropus paleojavanicus di temukan oleh G.H.R. Von koeningswald pada tahun 1936 dan 1941 di Sangiran (Surakarta), yaitu berupa rahang bawah dan rahang atas. Fosil serupa juga di temukan oleh Marks pada tahun 1952, berupa rahang bawa. Manusia purba jenis ini memiliki ciri-ciri tubuh yang kekar, rahang dan grahamnya besar, serta tidak berdagu sehingga menyerupai ciri-ciri kera.

Meganthropus paleojavanicus diperkirakan sebagai manusia purba paling tua di antara manusia purba lainnya dan hidup sekitar 2 juta – 1 juta tahun yang lalu. Sesuai dengan arti namanya, manusia purba jenis ini disebut dengan manusia purba terrua di pulau jawa.

2. Pithecantropus Mojokertensis
Pada tahun 1936, telah di temukan fosil tengkorak anak manusia purba Mojokerto (Jawa Timur). Fosil manusia purba tersebut di beri nama Pithecantropus Mojokertensis dan masih tergolong jenis Pithecantropus  atau jenis manusia purba yeng menyerupai kera dengan ciri-ciri sebagai berikut
a. Berbadan tegap.
b. Tidak memiliki dagu.
c. Bentuk kening yang menonjol.
d. Tinggi badan sekitar 165-180 cm.
e. Volume otak sekitar 750-1.300 cc
f. Tulang rahang dan graham cukup kuat.
g. Tulang tengkorak cukup tebal dan berbentuk lonjong.
3. Pithecantropus erectus
Pithecantropus erectus  di temukan pada tahun 1980 di daerah Trinil dekat Sungai Bengawan Solo oleh Eugene Dubois. Secara etimologi, pithecon artinya tegar. Dengan demikian, Pithecantropus erectus artinya adalah manusia purba yang berjalan tegak, Sedangkan ciri-ciri dari manusia purba jenis Pithecantropus erectus adalah sebagai berikut ;
a. Berbadan dan berjalan tegak.
b. Tinggi badan sekitar 165-180 cm.
c. Hidupnya di perkirakan sekitar 1 juta tahun yang lalu.
4. Homo (Manusia Purba Mendekati Ciri Manusia Modern)
Manusi purba jenis homo lebih semprna jika di bandingkan dengan manusia purba sebelumnya yaitu Pithecantropus erectus, Pithecantropus mojokertensis, Meganthropus paleojavanicus. Beberapa fosil manusia purba jenis homo yang di temukan di  indonesia antara lain sebagai berikut ;

a. Homo Soloensis

Fosil manusia purba jenis homo telah di temukan pada tahun 1931-1934 di desa Ngandong, lembah sungai Bengawan Solo oleh Ter Haar dan Ir. Oppenorth. Fosil manusia purba tersebut di beri nama Homo Soloensis, setelah diteliti dan diketahui bahwa tingkat kesempurnaanya lebih tinggi jika di bandingkan dengan Pithecantropus eretus. Fosil Homo Soloensis kemudian diteliti Oleh G.H.R Von Koeningwald hingga dapat menunjukan bahwa jenis fosil ini memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut; 
1. Berbadan tegap dan tingginya sekitar 180 cm.
2. Memiliki folume otak kecil, namun lebih besar jika di bandingkan dengan volume otak Pithecantropus erectus yaitu sekitar 1000-1300 cc.
3. Tenggorokan Homo soloensis lebih besar dari pada tenggorokan Pithecantropus erectus.
b. Homo wajakensis

Fosil manusia purba jenis homo juga di temukan di desa wajak, Tulungagung (Jawa Timur). Penemuan pertama kali oleh VanReitschoten pada tahun1889 dan dinamakan homo wajakensis atau manusia purba dari wajak. Fosil manusia purba yang ditemukan berupa ruas leher dan tenggorokan dengan volume otak 1.630 cc. Pada tahun 1890, fosil manusia purba jenis ini juga ditemukan oleh Eugene Dubois, yaitu berupa tenggorokan, rahang atas dan rahang bawah, tulang kering, serta tulang paha.

Homo wajakensis memiliki tingkat kesempurnaan yang lebih tinggi jika di bandingkan dengan Pithecantropus erectus. Menurut hasil analisis yang di hasilkan oleh para ahli purbakala, Homo wajakensis sudah termasuk spesies atau manusia purba yang paling cerdas dengan memiliki ciri-ciri sebagai berikut ;
a. Berbadan tegak dan berjalan lebih tegak dengan tinggi badan 130-210 cm.
b. Memiliki otak besar dan otak kecil yang sudah berkembang dengan rata-rata volume otaknya sekitar 1350-1450 cc.
c. Memiliki tulang tegkorak yang lebih bulat, dan bentuk muka yang tidak terlalu menonjol kedepan.
d. Memiliki kemampuan untuk membuat peralatan secara sederhana seperti hanya kapak batu dan alat-alat untuk berburu yang terbuat dari tulang dan kayu.
c. Homo Sapiens

Homo sapiens adalah manusia yang paling maju dan paling serdik dan sekaligus genersi terakhir diantara manusia purba lainya. Oleh karena itu, manusia purba jenis ini di sebut sebagai Homo sapiens yang artinya manusia cerdas. Manusia purba jenis ini hidup pada zaman holosen atau sekitar 40.000 ribu tahun yang lalu, memiliki bentuk tubuh yang hampir sama dengan manusia jaman sekarang.

Menurut A.L. Krober, dijelaskan bahwa manusia purba Homo Sapiens terdiri dari beberapa subspesies atau ras yang hingga kini masih berkembang biak di seluruh dunia. Beberapa ras atau sub sepesies dari Homo sapiens akan kami tulis pada artikel yang selanjutnya,

No comments:

Post a Comment