Ilmu Pengetahuan Sosial dan Alam

Monday, October 12, 2015

Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Pada dasarnya, perpindahkan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain sudah di lakukan pada zaman dahulu atau zaman purba. Dan perpindahan dari suatu negara ke suatu negara lain atau yang di sebut migrasi, sesungguhnya tidak hanya di lakukan oleh penduduk pada zaman sekarang. Menurut Kern, seorang ahli purbakala berkewarganegaraan Inggris dan Heine Geldern asal negara Belanda, dari hasil penelitiannya menjelaskan bahwa sejak zaman batu (neolithikum) hingga pada zaman perunggu telah terjadi migrasi berskala besar yang di lakukan oleh penduduk daerah daratan Asia ke berbagai kepulauaan di sebelah selatan yang di sebut Austronesia (kepulauaan Selatan).

Wilayah Austronesia sangat luas, meliputi pulau-pulau yang membentang yang di mulai dari Madagaskar (sebelah barat) sampai kepulauan Paskah (Sebelah Timur) dan dari Formosa/Taiwan (sebelah utara) sampai Selandia Baru (Sebelah Selatan). Penduduk yang berasal dari daratan Asia terutama dari Yunan atau di sekitar lembah sungai Makong (Cina) dan lembah sungai Salwen ( India) inilah yang disebut sebagai asal mula nenek moyang bangsa Indonesia. Ketika meninggalkan daerah asalnya menuju kepulauan Indonesia, nenek moyang bangsa Indonesia menggunakan alat transpotasi berupa perahu becadik.  
Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Ilustrasi : Perahu Bercadik
Sistem belayarnya di lakukan secara berkelompok dan terdiri dari beberapa gelombang tanpa mengenal rasa takut hingga menempati beberapa pulau di Nusantara. Dengan demikian, dapat di ketahui bahwa nenek moyang bangsa Indonesia sejak zaman dahulu merupakan seorang pelaut ulung dengan jiwa kelautan yang cukup tangguh. Nenek moyang bangsa Indonesia yang sudah menetap di Nusantara disebut sebagai suku bangsa Melayu Indonesia dari rumpun Bangsa Austronesia. Suku bangsa melayu yang terdapat di Indoensia dalam proses penetapannya dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu bangsa Melayu Tua ( Proto Melayu) dan bangsa Melayu Muda ( Deutro Melayu ).

1. Bangsa Melayu Tua (Proto Melayu)

Bangsa Melayu Tua adalah rumpun rumpun bangsa Austronesia yang datang pertama kali di Indonesia sekitar 2000 tahun SM. Kedatangan Bangsa Austronesia dari bangsa Yunan menuju Indonesia nenempuh atau melalui du jalur laut yaitu jalur semenanjung Malaka dan Teluk Konkin.
a. Jalur utara dan Timur yaitu melalui Teluk Tonkin menuju Taiwan (Formosa), Filipina, Sulawesi, dan Maluku dengan membawa kebudayaan kapak Lonjong. 
b. Jalur Barat dan Selatan melalui semenanjung Malaka, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan yang terakhir Nusa Tenggara, dengan membawa kebudayaan Kapak Persegi. 
Yang termasuk kebudayaan bangsa Melayu Tua (Proto Melayu) termasuk kebudayaan batu muda (neolithikum) menggunakan peralatan yang sudah diasah dengan halus. Suku bangsa Indonesia yang masih keturunan bangsa Melayu Tua adalah suku bangsa Batak, Toraja, dan Dayak.
2. Bangsa Melayu Muda (Deutro Melayu)

Bangsa Melayu Muda (Deutro Melayu ) adalah rumbpun bangsa Austronesia yang datang ke Indonesia yang datang pada gelombang kedua, terjadi pada sekitar 500 SM. Bangsa Melayu Muda datang ke Indonesia Melalui jalur barat, yakni berangkat dari Yunan, Teluk Tonkin, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaka, dan kemudian menyebrangi selat Malaka hingga sampai ke kepulauan Indonesia. Bangsa Melayu Muda (Deutro Melayu) membawa kebudayaan perunggu (kebudayaan Dongson) dan Besi serta kebudayaan batu besar. 

Contoh hasil budaya yang terbuat dari perunggu dan besi antara lain kapak corong, kapak sepatu, nekara, dan moko. Sedangkan hasil karya yang tebuat dari batu besar adalah  menhir, dolmen (meja Batu), sarkofagus (keranda Jenazah dari batu), keburan batu, dan puden berundak. Suku bangsa Indonesia yang masih keturunan bangsa melayu Muda adalah suku bangsa Jawa, Bali, Madura, dan Banjar.
,

1 comment:

  1. thanks udah berkungjung y buk...artikel nya bagus-bagus
    http://steven-jobs.blogspot.co.id/

    ReplyDelete